Desa Sumbertebu melalui BUMDesa GGS Jaya Sumbertebu kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung kemajuan sektor pertanian melalui pembukaan toko pertanian “GGS Tani Jaya” yang dilaksanakan pada Kamis, 9 April 2026. Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat akses petani terhadap sarana produksi pertanian, sekaligus mempererat sinergi antara pemerintah desa, BUMDesa, kelompok tani, dan masyarakat petani.
Acara pembukaan berlangsung dengan lancar dan penuh antusiasme. Kegiatan ini dihadiri oleh pengurus BUMDesa, perangkat desa, pengurus kelompok tani (poktan), serta para petani Desa Sumbertebu. Kehadiran berbagai unsur tersebut menjadi bukti nyata bahwa pengembangan sektor pertanian tidak dapat berjalan sendiri, melainkan membutuhkan kolaborasi dan dukungan dari seluruh elemen desa.
Pembukaan toko pertanian “GGS Tani Jaya” bukan hanya sekadar peresmian tempat usaha, tetapi juga menjadi langkah strategis dalam menghadirkan layanan pertanian yang lebih dekat, mudah dijangkau, dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat tani. Sebagai desa yang memiliki basis ekonomi di sektor pertanian, keberadaan toko ini diharapkan mampu membantu petani dalam memperoleh kebutuhan usaha tani secara lebih cepat, efisien, dan terjangkau.
Toko pertanian “GGS Tani Jaya” dirancang sebagai pusat penyediaan berbagai sarana produksi pertanian, seperti benih, pupuk, pestisida, dan kebutuhan pendukung lainnya. Dengan adanya toko ini, petani di Desa Sumbertebu diharapkan tidak hanya lebih mudah mendapatkan input pertanian, tetapi juga memperoleh akses terhadap informasi produk dan inovasi yang dapat meningkatkan produktivitas pertanian mereka.
Dalam sambutannya, Direktur BUMDesa, Akhmad Khisom, S.E., menyampaikan bahwa pembukaan toko pertanian ini merupakan bagian dari upaya BUMDesa untuk hadir lebih dekat dengan kebutuhan masyarakat, khususnya petani sebagai salah satu kekuatan utama ekonomi desa.
“Pembukaan toko pertanian GGS Tani Jaya ini merupakan langkah nyata BUMDesa dalam mendukung kebutuhan petani dan memperkuat sektor pertanian di Desa Sumbertebu. Kami berharap toko ini tidak hanya menjadi tempat penyedia sarana produksi pertanian, tetapi juga menjadi ruang pelayanan, konsultasi, dan penguatan ekonomi masyarakat desa. Kehadiran toko ini adalah bentuk komitmen kami untuk terus mendorong kemandirian ekonomi desa,” ujar Akhmad Khisom, S.E.
Ia juga menambahkan bahwa BUMDesa akan terus berupaya membangun usaha-usaha yang relevan dengan kebutuhan masyarakat dan mampu memberikan manfaat secara langsung. Menurutnya, sektor pertanian memiliki potensi besar untuk terus dikembangkan, sehingga dukungan sarana dan kelembagaan menjadi sangat penting agar hasil yang dicapai dapat semakin optimal.
Sementara itu, dalam sambutannya, Sekretaris Desa Sumbertebu menyampaikan apresiasi atas dibukanya toko pertanian “GGS Tani Jaya” yang dinilai sebagai langkah positif dalam memperkuat pelayanan kepada petani dan mendorong pertumbuhan ekonomi desa.
“Pemerintah desa menyambut baik dan mengapresisai pembukaan toko pertanian yang merupakan salah satu unit usaha pada BUMDesa GGS Jaya Sumbertebu. Kami melihat ini sebagai upaya yang sangat baik untuk mendekatkan kebutuhan pertanian kepada masyarakat sekaligus memperkuat sinergi antara pemerintah desa, BUMDesa, kelompok tani, dan para petani. Kami berharap keberadaan GGS Tani Jaya dapat memberikan manfaat yang luas, membantu petani dalam memenuhi kebutuhan usaha taninya, dan pada akhirnya ikut mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat Desa Sumbertebu dan juga sebagai implementasi program ketahanan pangan di Desa,” ungkap Sekretaris Desa.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa pemerintah desa akan terus mendukung berbagai inisiatif yang bertujuan mengembangkan potensi ekonomi lokal, khususnya di sektor pertanian yang selama ini menjadi salah satu tulang punggung kehidupan masyarakat.
Selain prosesi pembukaan, acara ini juga diisi dengan pengenalan produk pertanian dari BISI. Kegiatan tersebut memberikan informasi kepada para peserta mengenai berbagai produk pertanian yang dapat dimanfaatkan untuk menunjang kegiatan budidaya. Para petani tampak antusias mengikuti sesi ini karena mereka memperoleh tambahan wawasan mengenai pilihan produk yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan lahan dan komoditas yang mereka usahakan.
Pengenalan produk dari BISI menjadi salah satu bagian penting dalam acara ini karena menghadirkan nilai edukatif bagi para petani. Tidak hanya mengenal jenis-jenis produk pertanian, petani juga memperoleh pemahaman mengenai pentingnya penggunaan sarana produksi yang tepat untuk meningkatkan hasil usaha tani. Dengan demikian, kegiatan ini tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran yang bermanfaat bagi masyarakat.
Suasana kebersamaan sangat terasa sepanjang kegiatan berlangsung. Para pengurus BUMDesa, perangkat desa, pengurus poktan, dan petani tampak aktif berinteraksi dan berdiskusi mengenai kebutuhan pertanian serta harapan terhadap keberadaan toko baru tersebut. Momentum ini sekaligus menjadi ruang untuk memperkuat koordinasi dan kebersamaan antarunsur desa dalam mendukung pembangunan pertanian yang lebih maju.
Secara lebih luas, pembukaan toko pertanian ini juga mencerminkan upaya Desa Sumbertebu untuk terus membangun ekonomi desa berbasis potensi lokal. Sektor pertanian yang selama ini menjadi andalan masyarakat memerlukan dukungan yang nyata, baik dari sisi sarana, kelembagaan, maupun akses terhadap informasi dan inovasi. Oleh karena itu, keberadaan “GGS Tani Jaya” menjadi langkah penting dalam memperkuat fondasi ekonomi desa. Dengan dukungan dari BUMDesa, pemerintah desa, kelompok tani, dan para petani, toko ini diharapkan dapat berkembang menjadi pusat layanan pertanian yang bermanfaat, mendorong produktivitas usaha tani, serta ikut berkontribusi dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa.